Hari kedua Super Camp 13 Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam 2 di Cidomba diisi dengan kegiatan pembekalan yang memberikan wawasan penting bagi para santri. Dalam kesempatan ini, para santri mendapatkan penyuluhan mengenai anti-bullying dan perundingan yang disampaikan oleh Kapten Infanteri Saniyo, Danramil Cilimus. Kegiatan berlangsung dengan penuh perhatian dan antusiasme, memberikan ruang bagi para santri untuk memahami pentingnya menjaga sikap dan hubungan baik dengan sesama.

Dalam penyampaiannya, para santri diajak memahami bahwa lingkungan yang aman dan nyaman dapat tercipta ketika setiap individu mampu menghargai orang lain. Sikap saling menghormati, menjaga ucapan dan tindakan, serta berani menyampaikan ketika menghadapi permasalahan menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya bullying. Para santri juga diberikan pemahaman untuk tidak menjadi pelaku maupun membiarkan tindakan perundungan terjadi di lingkungan sekitar.
Selain membahas anti-bullying, materi perundingan memberikan bekal kepada santri dalam menghadapi perbedaan dan permasalahan. Santri diajak untuk mengutamakan komunikasi, mendengarkan pendapat orang lain, mengendalikan emosi, dan mencari jalan keluar secara bersama-sama. Dengan demikian, setiap persoalan diharapkan dapat diselesaikan melalui cara yang damai, bijaksana, dan tidak merugikan pihak lain.

Kegiatan ini menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian Super Camp 13, karena pendidikan karakter tidak hanya diperoleh melalui aktivitas perkemahan, tetapi juga melalui pembekalan yang membangun cara berpikir dan bersikap. Melalui penyuluhan tersebut, para santri diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berani, peduli, mampu menghargai sesama, serta bijak dalam menghadapi permasalahan. Semangat anti-bullying dan budaya menyelesaikan masalah melalui komunikasi diharapkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di pesantren, sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
